Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia
REGISTRASI ANGGOTA
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia
REGISTRASI ANGGOTA

Bunda Elsye Martineli Dikukuhkan Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD APPSI Kota Tangsel

Melalui forum Kongres IV Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Bunda Elsye Martineli, dikukuhkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD APPSI Kota Tangerang Selatan. Kongres IV DPD APPSI Kota Tangerang Selatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (31/8/2022) pagi pukul 10.00 Wib hingga pukul 13.00 Wib, bertempat di Sekretariat Forum Wanita Indonesia (Forwani) Kota Tangsel di jalan Lux, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Mujiburrohman Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP APPSI pusat, Heru Agus Santoso Kepala Dinas (Kadis) Industri dan Perdagangan (Indag) Kota Tangsel, H. Dudung E Diredja Ketua Dekopinda Kota Tangsel, H. Zazali, SH. MH mewakili Kapolres Kota Tangsel, Hamdani dan Ade Mustari mewakili Kepala Kesbangpol Kota Tangsel, Fiqri Lurah Kelurahan Bakti Jaya, Sarmat S Ketua RW 07 Kelurahan Bakti Jaya, dan juga perwakilan beberapa ormas seperti GRIB dan tamu undangan lainnya.

Bunda Elsye Martineli, Ketua DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Tangerang Selatan, saat menyampaikan sambutan singkatnya usai dikukuhkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD APPSI Kota Tangsel, menyatakan dirinya menyampaikan terima kasih kepada DPP APPSI, kepada Bapak H. M. Yamin selaku tokoh dan pendiri DPD APPSI Kota Tangsel dan juga kepada seluruh ketua komisariat-komisariat pasar-pasar tradisional diseluruh Kota Tangsel serta seluruh calon -calon pengurus DPD APPSI Kota Tangsel yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepada dirinya untuk menjadi Ketua DPD APPSI Kota Tangsel.

“Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya untuk memimpin DPD APPSI Kota Tangsel periode 2022-2027 ini. Semoga saya dapat amanah dalam memimpin DPD APPSI Kota Tangsel untuk mensejahterakan para anggota pedagang pasar ini, dengan dukungan seluruh pengurus dan komisariat-komisariat pasar-pasar tradisional se-Kota Tangerang Selatan,” ucap Bunda Elsye.

Heru Agus Santoso, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Kota Tangerang Selatan, dalam sambutannya menyatakan bahwa pihak Pemerintah daerah Kota Tangsel dalam hal ini diwakili oleh Indag menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPD APPSI Kota Tangerang Selatan yang pada hari ini melaksanakan Kongres IV DPD APPSI Kota Tangsel.

“Kami berharap ibu Hj. Elsye Martineli yang dipilih secara aklamasi dalam Kongres IV ini dapat menjadi pemimpin yang Amanah dalam memimpin DPD APPSI Kota Tangsel, dan kami juga berharap DPD APPSI Kota Tangsel dapat mewujudkan cita-cita dibentuknya APPSI yaitu untuk mensejahterakan para anggotanya para pedagang di pasar-pasar tradisional, dan yang tidak kalah pentingnya adalah DPD APPSI Kota Tangsel dapat membangun sinergitas yang terbaik dengan pemerintah daerah Kota Tangsel dalam hal ini yang diwakili oleh Dinas Indag,” tandas Heru Agus Santoso.

Hal senada juga disampaikan oleh, H. Dudung E Diredja Ketua Dekopinda Kota Tangsel menyatakan bahwa pihak Dekopinda Kota Tangsel juga menyambut gembira dan mengapresiasi atas dilaksanakannya Kongres IV DPD APPSI Kota Tangsel. Dekopinda Kota Tangsel juga berharap dengan terpilihnya Bunda Elsye Martineli sebagai Ketua DPD APPSI Kota Tangsel akan dapat membawa kesejahteraan kepada anggotanya yaitu para pedagang pasar tradisional di Kota Tangsel.

“Anggota APPSI Kota Tangsel harus memiliki dan menjadi anggota koperasi pasar, dan koperasi pasar nantinya semua bernaung di bawah koordinasi Dekopinda Kota Tangsel. Dalam kesempatan ini saya ingin menegaskan bahwa jika para pedagang pasar mau maju dan usahanya mau berkembang maka para pedagang harus memiliki dan menjadi anggota koperasi. Kalau pedagang butuh tambahan modal untuk mengembangkan usahanya maka tinggal meminjam uang tambahan modal usaha kepada koperasi pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Mujiburrohman, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP APPSI pusat, dalam amanatnya dihadapan berbagai pejabat aparatur pemerintah daerah terkait, khususnya kepada Kepala dinas Indag Kota Tangerang Selatan, Heru Agus Santoso, menjelaskan bahwa dibentuknya APPSI adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para anggotanya yaitu para pedagang di pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia. Mujiburrohman juga menjelaskan bahwa dirinya dahulu juga adalah seorang pedagang di sebuah pasar tradisional di Jakarta.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Kepala dinas Indag Kota Tangsel dan juga Ketua Dekopinda Kota Tangsel yang telah berkenan menghadiri kegiatan Kongres IV DPD APPSI Kota Tangsel pada hari ini. Dalam kesempatan ini saya selaku Sekretaris Jenderal DPP APPSI pusat hanya ingin menegaskan bahwa kehadiran APPSI itu bukan untuk berseberangan dengan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, kami hadir justru untuk membantu program pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya yang berprofesi sebagai pedagang di pasar-pasar tradisional. Karena jika para pedagang pasar itu laku dagangannya dan sejahtera, maka otomatis mereka dapat berkontribusi lebih banyak kepada pemerintah pusat dan daerah, dalam hal ini dapat membayar iuran retribusi pasar kepada pemerintah yang lebih besar,” tandasnya.

Sekretaris Jenderal DPP APPSI pusat tersebut menegaskan bahwa pihaknya pedagang pasar-pasar tradisional hanya ingin didengar dan diajak berdialog oleh pemerintah pusat dan daerah terkait masalah-masalah yang berkaitan dengan lima kebutuhan pokok masyarakat yang dijual oleh para pedagang.

“APPSI tidak mendukung kebijakan pemerintah pusat yang membagi-bagikan sembako kepada masyarakat karena kebijakan kenaikan BBM. Karena kebijakan membagi-bagikan Sembako kepada masyarakat baik secara gratis maupun harga murah tersebut sama sekali tidak menguntungkan para pedagang di pasar-pasar tradisional. Jelas pengadaan Sembako tersebut dilakukan oleh para pengusaha besar dan bukan oleh para Pedagang – pedagang di pasar-pasar, malah pasar-pasar tradisional menjadi sepi karena kebijakan pemberian Sembako tersebut,” tegasnya. MEDIABANTENCYBER

Leave a Reply